20 Juli 2009

HARUS BERSATU



Setelah menjadi pusat perhatian dunia selama sekitar dua pekan, berita tentang wafatnya MICHAEL JACKSON akhirnya harus tutup buku! Head Line lain tentang perseteruan antara KPK dengan POLRI juga ikut tersingkir.. begitu pula dengan berita kecil semacam kasus SYEKH PUJI yang ternyata juga tidak menjadi pengecualian untuk segera angkat kaki... Sekarang semuanya, tidak hanya di INDONESIA... Tapi juga diseluruh dunia memuat kegemparan akibat AKSI TEROR BOM di JAKARTA yang menjadi satu - satunya HEAD LINE yang paling ditunggu sekaligus paling MEMUAKKAN..!!!

Saat ini eksplisit kita sebut teroris sebagai pihak yang menguras energi psikis kita sebagai bangsa. Sulit kita pungkiri bahwa hawa paranoid dan aura kecurigaan antara elemen bangsa terasa sangat menyesakkan setiap kali kita menghela nafas. Ketidak percayaan kolektif pun semakin silang menyilang saat kita menyaksikan lembaga - lembaga penegak hukum nasional ,juga saling baku hantam. Keruh akal dan busuk hati akan menjejali seiring porak porandanya dua hotel berkelas Internasional di Jakarta, akibat dihajar serangkaian teror bom.

Travel Warning, bahkan Travel Restrictions menjadi pesan tegas banyak Negara terhadap warganya sebelum ke INDONESIA. Perlakuan DISKRIMINATIF terhadap kelompok - kelompok masyarakat tertentu juga kembali menjadi tingkah laku kebanyakan orang. Pelaku bisnis pun segera berfikir puluhan bahkan ratusan kali lebih banyak sebelum merealisasikan rencana - rencana usaha mereka di INDONESIA. Itu semua KONDISI BURUK..bahkan SANGAT BURUK.. Untuk melawannya, kita hanya punya satu FORMULA JITU yaitu BERSATU. Perbedaan AGAMA, perbedaan SUKU, perbedaan KELAS EKONOMI... semua kekuatan harus melebur menjadi KEKUATAN TUNGGAL untuk melawan AKSI TEROR yang BIADAB ini. Dan yang perlu di pahami bahwa Ini kaitannya adalah dengan TERORISME, musuh bersama yang tidak boleh diberikan ruang kompromi sama sekali. TEROR ini adalah ancaman terhadap bangsa INDONESIA..Jangan kemudian di pilah - pilah untuk sekat yang paling kecil.. Jangan mengail di air keruh. Kalangan Agamawan, para Politisi dan seluruh KOMPONEN BANGSA harus berdiri dalam satu barisan yang sama untuk menegaskan, bahwa aksi teror kali ini adalah yang TERAKHIR DI NEGARA KITA!!!

19 Juli 2009

AKAL

Saya menjadi terpancing utk kembali menulis setelah melihat cara berfikir orang - orang intelektual di sekeliling saya yang semakin hari semakin menghubung - hubungkan Agama dengan sesuatu yang irasional. Karena Agama identik dengan hal - hal ghaib lah, dsb. Pengkotak - kotakkan yang terjadi seperti misalnya di Islam sendiri ada Muhammadiyah (modernis) dan NU (traditional) itu pun hanya memiliki perbedaan pada cara pandangnya saja. Pada intinya keduanya sama - sama Islam.. sama - sama wajib menjalankan sholat lima waktu dan sama - sama puasa di bulan Ramadhan. Dan memang perlu disadari juga bahwa proses pertransferan Agama Islam itu sendiri melalui ajaran Jawa. Tapi disini saya tidak ingin membahas tentang dua organisasi itu, namun lebih kepada AKAL manusia yang merupakan sasaran yang di pilih Tuhan untuk menguji tingkat ketakwaaan kita.

Kebetulan Isra Mi'raj juga jatuh pada hari ini, dan menurut saya peristiwa Isra Mi'raj adalah momentum yg paling tepat utk dijadikan acuan dalam membahas persoalan AKAL manusia. Isra Mi'raj adalah perjalanan agung Nabi Muhammad dari Makkah ke Palestina..dan berlanjut dari bumi ke Singgasana Allah (Tuhan Yang Maha Esa) di lapis langit nan jauh di ketinggian sana. Seperti 'kristal', dari sisi manapun kita bercerita ulang tentang riwayat Isra Mi'raj, semuanya selalu terlihat megah dan terasa indah. Namun juga seperti ufuk langit, yakni sejauh apapun kita berjalan, AKAL lemah kita niscaya tidak akan pernah berhasil sampai pada titik tuntas menalarkan perjalanan supra rasional itu. Jadi "pantas saja jika kaum quraish tergelak sinis walaupun didalam hati mereka juga merasa takjub akan deskripsi Nabi yang sangat akurat tentang route dan situasi Palestina" padahal Nabi sendiri belum pernah berkunjung ke Negeri itu.

Isra Mi'raj adalah perjalanan yang di skenariokan Tuhan, kita bisa saja mencoba menafsirkan makna dan hikmah Isra Mi'raj, namun sampai kapanpun tafsiran kita pada umumnya sebagai manusia tidak akan pernah sepenuhnya sama dengan Tuhan selaku satu2nya pihak yang telah menyusun skenario itu. Yaa..salah satu hikmah itu adalah, bagaimana Tuhan menjadikan Isra Mi'raj sebagai sebuah ujian terhadap ketakwaaan kita...ujian itu justru diarahkan Tuhan ke sesuatu yang sangat kita banggakan yaitu AKAL.

AKAL lah yang kita sebut sebagai sumber kemampuan kita menggerakkan peradaban..
AKAL pula yang kita klaim sebagai pembeda antara manusia dan bukan manusia...
Bukan unsur kemanusiaan lain yang kita jadikan sebagai alasan bahwa kita memang pantas menjadi khalifah, menjadi pemimpin dimuka bumi dan kita, dengan AKAL yang luar biasa itu justru dituntut Tuhan untuk 'meyakini' adanya sebuah perjalanan ghaib bernama Isra Mi'raj.

Terdapat dua ujung dari proses ujian Tuhan ini:
  • Ujung yang pertama adalah kita menjadi mahluk yang ingkar.. ketidak mampuan kita menggapai rahasia - rahasia dibalik ke Maha Besaran Tuhan, mendorong kita untuk memandang kecil Agama. Agama pun lalu kita nilai sebagai hal yang irasional..tidak masuk AKAL..bahkan bertentangan dengan AKAL.
  • Ujung yang kedua adalah keghaiban AKAL kita menerbitkan kesadaran bahwa kita adalah mahluk berbatas yang diciptakan olah Zat Yang Maha Tak Berbatas.
    Kesadaran akan kecilnya diri itu yang mendorong kita untuk menundukkan AKAL dan berlanjut dengan memasrahkan diri secara utuh kepada Tuhan, zat yang segala sesuatu berada dalam genggaman-NYA. Kepasrahan itu pun kita ikrarkan lewat kalimat "hanya kepada-MU aku menyembah, dan hanya kepada-MU aku mengharapkan pertolongan"

17 April 2009

Gila & wafatnya beberapa orang CALEG mengingatkan kita pada FIR’AUN

Membaca...Melihat.. dan Mendengar berita-berita yang sedang menjadi Head Line saat ini, mengenai nasib yang menimpa beberapa Caleg kita pasca Pemilu lalu, membuat hati saya terketuk untuk kembali menulis...

Dunia mengenal Fir'aun sebagai tokoh yang paling dzolim di sepanjang sejarah manusia. Kesombongonnya luar biasa.. Sampai - sampai dengan dagu mendongak, dia sebut dirinya sendiri sebagai TUHAN. Itu sebabnya siapapun yang berani coba-coba merongrong singgasananya, akan langsung di babatnya! Termasuk terhadap bayi laki-laki yang di yakini Fir'aun akan menggulingkan kekuasaannya. Tak terkecuali Nabi utusan TUHAN "MUSA". Itulah Fir'aun, sosok gila kuasa maniak tahta. Fir'aun telah mati ribuan tahun silam, Jasadnya masih utuh sebagai mumi sesuai firman Allah di dalam Al Qur'an yang "tidak akan membinasakan raga Fir'aun sebagai bukti azab Allah kepada mahluk-NYA yang dzolim"

Kita tidak lagi hidup dimasa Mesir Kuno...
Penguasa biadab bernama Fir'aun juga telah tiada...
Akan tetapi, kelakuan sejumlah orang kita mirip dengan Fir'aun..
Yups! mereka itulah para calon anggota legislatif yang TUMBANG di pemilu lalu. Tak berhasil mendapatkan kekuasaan, dirasakan sebagai beban batin yang tak tertahankan. HARGA DIRI... MAKNA HIDUP... SEMUANYA BINASA! Bersamaan dengan tenggelamnya mereka dalam rasa putus asa! Satu dua caleg yang gagal pemilu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda KEGILAAN.. Yang lainnya benar-benar membuat kerongkongan kita tercekik.

Sebagai contoh: di Ciamis sana, seorang Caleg yang tengah hamil 4 bulan mengakhiri hidupnya dengan cara GANTUNG DIRI, Kita tidak tau pasti..!! Pantaskah kita tertunduk murung? atau justru sebaliknya "tersenyum". Gila atau wafatnya beberapa orang caleg mengingatkan kita pada Fir'aun. Syahwat akan kekuasaan membuat orang gelap mata... pendek akal... hingga sanggup memerankan diri sebagai TUHAN dengan mencabut nyawa lebih cepat. Dan ternyata benar!!! tidak sedikit caleg kita yang begitu rapuh.. RAPUH MENTAL & RAPUH INTEGRITAS...

Hikmahnya, Kita bersyukur... ORANG ORANG BOBROK MACAM ITU TIDAK JADI MENAPAKKAN KAKI MEREKA DI KURSI PARLEMEN SEBAGAI WAKIL KITA!!! Andai mereka terpilih sebagai anggota legislatif, terbayang.. kebejatan perilaku macam apa yang akan mereka tampilkan nantinya? Demikianlah berita duka cita kita TELAH BERPULANG DALAM DAHSYATNYA KEHINAAN NAMA CALON LEGISLATIF. Hasil visum menyatakan... SEKARAT DIBELIT HUTANG,,, BERSTATUS PECUNDANG,,, HILANG INGATAN atau bahkan MATI DI BEKAP KERAKUSAN!!!!!!

06 April 2009

PRIA DAN AIR MATA

"Tentu ada masa dimana pria layaknya manusia biasa yang mengeluarkan air mata"
Menangis Tapi Tidak Di Depan Anda! Here's the reality, pria memang tak sepenuhnya tangguh seperti yang anda (para wanita) bayangkan. Hal ini ada kaitannya dengan sebuah tangisan. Yup, pria pun bisa menangis, namun tidak di depan anda! Pria dengan tuntutannya untuk senantiasa tangguh, cenderung gengsi untuk memperlihatkan sisi sensitifnya. Cara mengungkapkan perasaan yang di kenal pria hanyalah dengan amarah dan hasrat seksual. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa pria selalu memikirkan seks ketika bersama pasangannya. Namun kenyataan itu tak selalu benar, karena bagi mereka, cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda. Dan keduanya ada di diri mereka. Jika pria sudah mengeluarkan sisi sensitifnya dengan air mata di depan anda, maka tandanya ia sedang mengalami masalah yang cukup berat. Ungkap penulis buku Understanding The Tin Man, William July. Saat seperti ini, anda perlu lebih peka melihat keadaannya. Dengarkan keluh kesahnya layaknya seorang teman.

Tangisan Adalah Sebuah Teriakan Frustasi Pria!
Ketika situasi tidak sejalan dengan keinginan, pria mudah jatuh dan kecewa. Terkadang bisa sampai mengeluarkan air mata. Namun jangan selalu di identikkan tangisan pria sebagai hal yang negatif. Ujar psikolog George Weinberg dan penulis buku Why Men Won't Commit? Pria tidak terbiasa mengekspresikan perasaannya. Tangisan adalah salah satu cara pria untuk mengusir emosi yang mengganggu, jangan langsung menilainya sebagai pria cengeng. Saat pria berani mengungkapkan perasaannya dengan tangisan, saat itulah dia butuh perhatian yang lebih dari anda! Selayaknya wanita, pria juga ingin di perhatikan, bukan di hakimi.

26 Maret 2009

LEBIH BAIK MELANGGAR DARI PADA WAJIB PAJAK!

Pagi ini saya cukup dikagetkan dengan tulisan di koran KOMPAS khususnya pada bagian surat untuk Redaksi yang isinya adalah seperti ini:

"Biaya Balik Nama Mobil, Tidak sesuai Harga Pasar!"
Pada akhir bulan Februari 2009 saya mengajukan permohonan balik nama untuk kendaraan mobil ke Kantor Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta Selatan dengan merek/tipe mobil Toyota Corola XLI 1.8 jenis sedan dengan tahun pembuatan 2001.

Awalnya saya ingin menjadi warga Kota Jakarta yang taat pajak. Namun, betapa terkejutnya saya karena berdasarkan penghitungan petugas di kantor Samsat, mobil dengan Tahun perakitan 2001 itu dihitung dengan dasar pengenaan bea balik nama (BBN) sebesar Rp156 juta sehingga BBN yang harus dibayarkan oleh wajib pajak/pemilik mobil sebesar Rp1.560.000.

Padahal, mobil tersebut hanya saya beli dengan harga sekitar Rp80 juta dan pasaran mobil untuk kelas sedan ini dengan tahun pembuatan 2001 ini harganya tidak lebih dari Rp100 juta. Yang menjadi pertanyaan, apakah logis kebijakan besarnya pengenaan bea balik nama untuk mobil seperti itu?

Menurut logika, apa mungkin harga dasar kebijakan pemerintah sampai dua kali lipat dari harga pasar?
Sebagai Wajib Pajak, saya yakin hal tersebut konotasinya jelek! dan wajib pajak akan lebih baik melanggar dari pada harus memenuhi kewajibannya membayar pajak! Wajib pajak yang ingin taat pajak justru terjebak dalam situasi yang membingungkan.

D DJUNAEDI
Jalan Cilandak II RT 004 RW 003, Jakarta

Mohon perhatian yang berwenang...!!

21 Februari 2009

MENGAPA MENCURI NAK...??

Karena mencuri, seorang anak ingusan sebut saja acong, terancam dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Ancaman sanksi ini membuat acong terdengar seperti menjalani proses hukum layaknya seorang dewasa. Katakanlah, acong bersalah! Namun bukan kah acong (bocah berusia 11 tahun itu) juga dapat mengalami keguncangan psikologis akibat rangkaian proses hukum yang harus dilewatinya? Lengkap sudah status acong! Dimata hukum, siswa sekolah dasar itu tak ubahnya "penjahat" (hak - haknya di cabut!).

Dengan ditempatkan dirumah tahanan anak, acong diasingkan dari lingkungan yang dianggap KRIMINOGENIK! (lingkungan yang membuatnya menjadi maling!) Yaitu rumah, sekolah, dan komunitas! Ini sama artinya dengan pernyataan bahwa orang tua dan keluarga acong tidak dipercaya mampu memperbaiki prilaku anak itu!

Jadi, ketika seorang acong saat ini memiliki catatan kejahatan atau Criminal Record, keluarganya sudah menjadi prototipe keluarga dengan pola asuh kacau balau! Tingkah laku agresif pada usia dini memang merupakan penanda paling nyata, bagi kenakalan pada usia anak - anak dan remaja! Kenakalan yang kronis dalam bentuk acong mencuri berulang kali, pada gilirannya juga menjadi prediktor bagi perilaku kejahatan di masa dewasa! Kendati demikian, dalam kasus acong tidak dapat langsung dimaknakan begitu! Kita perlu mendalami psikologis dan kehidupan sosial acong, agar dapat memahami serta memperlakukannya secara lebih tepat!

Permasalahannya, langkah eksplorasi psikologis itulah yang kita khawatirkan tidak dilakukan oleh aparat hukum yang mengadili acong! Andaikan sekali lagi, acong harus dikenakan diagnosis dengan parameter ilmiah sekalipun, penetapan status psikologis ini pun bukan perkara sederhana! Misalkan;
  1. Dalam banyak studi diketahui bahwa anak - anak melakukan pencurian ketika mereka merasa tidak diperlakukan oleh orang tua secara setara dengan saudara - saudaranya!
  2. Ada pula pencuri cilik yang melancarkan aksinya sebatas untuk unjuk kebolehan kepada teman - temannya!
  3. Atau ternyata ada anak yang mencuri justru karena ditengah kondisi serba tidak mampu, si anak masih punya keinginan memberikan sesuatu yang berharga bagi orang tua yang di cintainya!
Jika 3 (tiga) ragam pencurian itu yang melatar belakangi perilaku acong, kita bisa bilang apa?
TEPAT..!!! Ternyata mencuri lebih sebagai ekspresi anak untuk mendapatkan perhatian! atau bahkan memberikan perhatian!
Luhur sekali bukan..?? Jadi ayo! berikan apa yang memang sesungguhnya dirindukan & diharapkan oleh anak - anak seperti acong!

18 Januari 2009

AIR & KEPEMIMPINAN

Berawal dari hujan besar yg mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya akhir2 ini, hati saya terketuk utk kembali menulis.. pada hari itu tepatnya senin tgl 12 januari 2009 di wilayah Jl. Sudirman Jakarta Selatan, saya terpaksa harus meneduh dalam kurun waktu yang cukup lama..karena hujan turun begitu lebatnya dan tak henti2nya. Sepertinya, baru kali ini saya mengalami hujan seperti ini seumur hidup. Yang ada di fikiran saya pada waktu itu adalah "jangan2 banjir besar lagi nih..!" begituuuu terus sepanjang hari. Namun alhamdulillahnya hal itu tidak terjadi / tidak sampai banjir besar. Selama hujan berlangsung, pelan2 saya mengamati tetesan2 air yang turun dari langit sampai akhirnya mengalir membasahi permukaan bumi! Melalui fenomena itu, hikmah pun muncul..!

Saya jadi ingat ada ayat yg bunyinya seperti ini "dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tidak juga beriman (QS 21:30). Maha suci dan Maha Besar الله yang telah menciptakan air di muka bumi ini. Dan Ia juga yang telah menciptakan manusia dari setetes air (QS 25:54).

Sadarkah kita bahwa 70 % tubuh kita terdiri dari air? sebagian besar planet bumi juga tertutupi laut dari samudera, yang menguasai 75 persen permukaannya. Sedang di daratan, sungai dan danau terbentang dalam jumlah yang tak terhitung. Salju dan gunung es di kutub adalah air dalam bentuk beku. Demikian pula awan yang mengandung jutaan ton air dalam bentuk uap. Bahkan udara yang kita hirup saat ini mengandung uap air.

Perhatikanlah ketika الله menurunkan air hujan ke bumi. Lalu air itu ada yang turun di permukaan laut dan ada yang meresap ke permukaan bumi. Di bagian lain, air turun dari lembah dan gunung, melewati sungai menuju laut lepas. Mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Dalam keadaan normal, air yang mengalir tak pernah memaksa batu, pohon atau penghalang lainnya untuk menyingkir, ia mengalir penuh kelenturan.

Gerakan dan sifat - sifat air ini, selayaknya bisa jadi cermin bagi pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya, apalagi di tengah krisis kepercayaan pada mereka saat ini. Air selalu mencari dan menuju tempat yang lebih rendah. Membasahi tak hanya puncak - puncak gunung dan lembah. Namun juga tanah gersang di tengah padang pasir sekalipun.

Demikian pula seorang pemimpin. Ia seharusnya tahu kondisi rakyat yang dipimpinnya. Baik yang berada di pusat - pusat kekuasaan maupun di ujung perbatasan. Inilah yang melahirkan sifat sense of crisis terhadap rakyat - rakyatnya. Bagaikan air yang menumbuhkan kuncup tanaman dan membuatnya merekah karena alirannya.

"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mencintai rakyatnya dan rakyatnya pun mencintainya" begitu pesan Rasulullah (رسول الله). Ingatlah bahwa salah satu kunci keberhasilan kepemimpinan Umar bin Khatab ra karena ia sering turun ke bawah. Almarhum Muhammad Natsir, pemimpin yang dikenal memahami kondisi riil yang di hadapi rakyat pernah mengatakan, "Pemimpin itu dilahirkan, bukan di ciptakan."

Dalam menciptakan aliran kesejahteraan, air dalam kondisi normal tak pernah memaksa batu, pohon atau penghalang lainnya untuk menyingkir. Sifat lentur ini tidak membuat air kalah. Paling tidak, air sudah berhasil melewati semua penghalangnya. Kelenturannya ini justru menjadi sumber kekuatan luar biasa. Mirip dengan ilmu beladiri, pada tingkat yang tinggi, keperkasaan seseorang dalam melawan musuh tidak ditentukan kekuatan atau otot yang tegang. Melainkan oleh kelenturan semua unsur tubuh. Begitulah sejatinya seorang pemimpin, ia tidak boleh memaksakan kehendak atau otoriter dalam memimpin. Hendaklah ia mempunyai konsep seperti air, tidak membuat kalah, namun tidak mengalah dan tetap sampai tujuan.

Air dalam kondisi tenang dan jernih dapat berfungsi seperti cermin yang nyaris sempurna. Ini memberi inspirasi bahwa tugas seorang pemimpin adalah mirroring (menjadi cermin bagi orang lain). Ia harus bisa jadi contoh atau teladan kebaikan dalam setiap ucapan, tindakan dan perbuatannya. "Seorang muslim cermin bagi muslim lainnya." (Hadits shahih).

Alangkah indahnya jika para pemimpin di negeri ini mau belajar memimpin seperti air. Memimpin untuk melayani, bukan untuk dilayani. Bukan dengan memaksakan kehendak, tapi justru menjadi contoh teladan kebaikan. Ingatlah, tanpa air.. tiada lagi kehidupan di muka bumi ini!

25 Desember 2008

MUTIARA KEHIDUPAN

Assalammuallaikum wr.wb
Ada sebuah nasehat lama yang saya ingat sampai sekarang yang arti dalam bahasa arabnya adalah demikian:
"sahabatmu yang sejati adalah sahabat yang menemani engkau ketika engkau menangis dan berduka. Bukan teman yang hanya berada di dekat engkau ketika engkau tertawa."

Jadi kalau kita gembira itu memang mudah untuk mendapatkan kawan, akan tetapi waktu kita sakit, kita sedih, disitulah akan teruji siapa kawan kita! Tentu yang paling dekat dengan kita adalah orang tua, terutama sosok ibu. Seorang ibu itu ketika melihat anaknya sakit, beliau lebih sakit dari anaknya. Dan ketika anaknya bahagia, orang tua tidak minta bagiannya. Sungguh ikhlas! ini merupakan suatu contoh cinta yang tulus dari seorang ibu kepada anaknya.

Nha… sekarang bagaimana hubungan horizontal untuk menjalin keakraban persahabatan seperti itu?
Ini adalah sebuah ujian, Seorang yang tulus dalam bersahabat akan di uji ketika kita sedang berada dalam kesulitan. Dengan ikatan iman, ikatan kemanusiaan dan karena kita juga sama - sama warga negara Indonesia, semestinya kita dapat melahirkan persahabatan sesama warga bangsa, persahabatan sesama manusia dan persahabatan sesama orang beriman. Ini mestinya harus kita tonjolkan dan kita perkuat, sehingga berbagai fiksi, fraksi, dan konflik yang kadang akhir2 ini muncul itu bisa diperkecil.

Kalau toh kita telah berbuat baik tapi teman kita menanggapinya kurang baik, anggaplah itu sebagai peluang. Berarti anda didorong untuk menggali simpanan kasih sayang dan maaf pada teman kita itu! Dengan demikian, orang yang memang loyal pada persahabatan, justru ketika dalam kesulitan itulah akan terlihat apakah kita itu punya sahabat sejati atau tidak.
Terima Kasih

04 Desember 2008

Belajar Dari Gempa Bumi

Kejadian trauma seperti itu melahirkan sebuah ketakutan yang tertanam di alam bawah sadar manusia dan akan mempengaruhi kestabilan emosi seseorang. Terpengaruhnya stabilitas emosi tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi motivasi seseorang dalam segala aspek kehidupan. JANGAN BIARKAN ITU TERJADI...!!!!!

Kita memerlukan situasi yang sangat sulit untuk menjadikan kita tangguh! analoginya: "untuk menghasilkan emas dari tambang, kita memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk mendidihkannya!. Yang pertama adalah KESADARAN DIRI, kita harus sadar bahwa semua peristiwa itu memang benar - benar terjadi dan kita tidak dapat menolaknya. Yang kedua adalah REFLEKSI, kita harus bisa melakukan refleksi dari semua ini. Tanpa refleksi, apa yang akan kita lakukan setelah bencana tidak berbeda dengan apa yang telah kita lakukan sebelum bencana.

Dengan menata kembali program pikiran, marilah berefleksi tentang potensi kita, tentang diri kita, tujuan hidup kita, dan untuk apa kita hidup! Kehidupan ini terus berlangsung dan terus berjalan sebagaimana ia ingin berjalan. Tak ada satupun yang bisa menghentikannya. Ia berputar seperti RODA dan berhembus seperti ANGIN yang dibawa serta oleh kehidupan adalah PERKAKAS. Dualitasnya, ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada tinggi ada rendah, ada hidup ada mati, ada benar ada salah, ada berhasil ada gagal. Roda kehidupan itu akan menyapa siapa saja tanpa pandang bulu. Kita semua bisa bangkit! Saya yakin kita bisa bangkit! Kita akan bangkit melalui diri kita sendiri.

Mulailah dari memahami proses pikiran, memperbaiki misi, visi, menajamkan kreativitas, menjadi mandiri, dan yang terakhir adalah mendapatkan kekuatan kita sendiri! Lalu setelah itu cobalah untuk selalu mengidamkan KESEDERHANAAN. Karena, kesederhanaan adalah kunci awal dari langkah menuju KEBERHASILAN. Kesederhanaan adalah JUJUR kepada diri sendiri. Kesederhanaan adalah KEMENANGAN dari nafsu ingin menguasai. Kesederhanaan adalah CINTA!

Apapun yang singgah di hadapan kita yang dibawa serta oleh kehidupan itu, menjadi pupuk bagi kita. Menjadi sebuah mesin pendorong untuk kemajuan diri kita. Kita sudah setuju bahwa hidup ini adalah proses panjang perjalanan hidup itu sendiri. Sekarang ini kita sedang meniti proses dan menaiki tangga EKSPLORASI DIRI. Mudah2an yang saya sampaikan ini bisa membantu kita menjadi lebih cepat dalam menemukan SANG MOTIVATOR yang ada di dalam diri kita. Ayolah kawan... "GET YOUR POWER!"


semoga bermanfaat!

20 Oktober 2008

LAKI - LAKI SEJATI

  1. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran....
  2. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia menghormati orang-orang yang dia sayangi dan di sekitarnya...
  3. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan....
  4. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu....
  5. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya perempuan yang memuja, tetapi komitmennya terhadap perempuan yang dicintainya....
  6. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan....
  7. Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca....
  8. Laki-laki sejati juga bukan dilihat dari materi, pekerjaan, karir dan jabatannya tetapi dari ketulusan hati....
  9. Laki-laki sejati bukan dilihat dari kuatnya kedua kaki dan tangannya ketika menopang beban yg lebih berat dari tubuhnya, tp dari kemampuannya untuk bangkit setelah ia 'terjatuh', meski ia terjatuh direlung yg terdalam dihidupnya....
  10. Laki-laki sejati bukan hanya dilihat dari kemampuannya mengucapkan kata-kata indah yg menggetarkan hati, bukan pula dari kemampuannya melantunkan syair-syair pelipur lara.
  11. Laki-laki sejati adalah ketika ia diam, ia berpikir. ketika ia memandang ia mengambil pelajaran. dan ketika dia bersikap, tingkah laku dan ucapannya menentramkan jiwa, mengajarkan kepada orang yang dia sayangi dan orang-orang disekitarnya akan indahnya hidup berdampingan, dengan penuh kasih sayang....
Kiriman dari seorang teman yang bernama "Lisa Zahra"